LAPORAN AKHIR KEGIATAN
CHARACTER BUILDING
PANCASILA
Identitas Kelompok
|
Nim
|
Nama
|
Jabatan
|
|
2101637245
|
Michael Marcellino
|
Ketua
|
|
2101646413
|
Anindita Widyawati
Putri
|
Anggota
|
|
2101633581
|
Ivan Tedja
|
Anggota
|
|
2101643954
|
Teddy Budiyanto
|
Anggota
|
|
2101635271
|
Mozan Hafiz Mahardhika
|
Anggota
|
|
2101645461
|
Enggar Sari
Wahyuningtyas
|
Anggota
|
|
2101649485
|
Joshua Christian Sandhi
|
Anggota
|
|
Kelas
|
LA21
|
BINUS UNIVERSITY
2018
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKHIR
Project
Luar Kelas Character Building Pancasila
1. Judul
Project : Pandangan
masyrakat mengenai tercapainya nilai-nilai Pancasila
2. Lokasi
Project : Vihara
Rumah Alam, Masjid At-Taqwa, Gereja GBI PRJ CK7, dan PasarPalmerah
3. Kelompok
target kegiatan :
-
Para Pemuka Agama
-
Masyarakat Pra Sejahtera
4. Nama
Anggota Kelompok :
-
Michael Marcellino
-
Anindita Widyawati Putri
-
Ivan Tedja
-
Teddy Budiyanto
-
Mozan Hafiz Mahardhika
-
Enggar Sari Wahyuningtyas
-
Joshua Christian Sandhi
5. Mata
Kuliah :
Character Building Pancasila
6. Kelas : LA21
7. Dosen : Dr. Drs.
Ponijan Liaw, M.Pd.
Jakarta, 24 Mei 2018
Mengetahui Ketua
Kelompok
(Dr. Drs. Ponijan
Liaw, M.Pd.) (Michael Marcellino)
DAFTAR
ISI
|
Halaman Sampul……...……………………………………………..….i
Halaman Pengesahan………………………………………………..….ii
|
|
|
|
Daftar Isi……………………………………………………..……...…iii
|
|
|
|
Bab 1 –
Pendahuluan……………………………………………….…1
1.1 Latar
Belakang.....................................................................1
1.2 Tujuan
dan Manfaat Kegiatan..............................................1
|
|
|
|
Bab 2
– Masalah ……………………………………………................2
|
|
|
|
Bab 3
– Metode Kegiatan…......……………………………………....3
|
|
|
|
Bab 4
– Pelaksanaan Kegiatan.........………………………...……….4
|
|
|
|
Bab 5 – Penutup …....………………………………………………....6
|
|
|
|
Lampiran-Lampiran………………………………………………….7
|
|
|
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Indonesia
merupakan negara yang menganut semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang memiliki
arti berbeda-beda tetapi tetap satu.
Indonesia memiliki 6 agama yang diakui negara yaitu: Islam, Kristen, Protestan
& Katholik, Buddha, Hindu, dan Kong Hu Cu. Karena hal itu, maka toleransi
antar agama harus ditanam pada seluruh masyarakat Indonesia secara kuat agar
dapat terciptanya interaksi masyarakat yang damai.
Pancasila dengan kelima nilai yang
terkandung di dalamnya harus terus ditanamkan agar dapat selalu dipraktekan
dalam keseharian masyarakat Indonesia. Nilai-nilai Pancasila harus bisa terlihat
dalam segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia, baik dalam menjalani
kehidupannya pribadi, sosial, dunia, ataupun dengan Tuhannya.
Sehubungan dengan itu, maka dalam rangka
memenuhi tugas Character Building,
kami mengadakan kunjungan ke-3 rumah Ibadah dan beberapa masyarakat
pra-sejahtera untuk mengetahui pandangan mereka tentang nilai-nilai Pancasila.
1.2
Tujuan
dan Manfaat
Berdasarkan latar belakang diatas,
dapat ditemukan beberapa tujuan, antara lain:
1. Untuk
mengetahui pandangan sila ke-1 dari beberapa pemuka agama.
2. Untuk
mengetahui pandangan sila ke-5 dari beberapa masyarakat prasejahtera beserta pendapat
mereka apakah keadilan sosial telah dicapai.
BAB II
MASALAH
Di Indonesia, Pancasila adalah landasan utama setiap
kegiatan pemerintahan maupun landasan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan
sehari-hari. Namun pada kenyataannya, banyak penyimpangan yang terjadi di dalam
masyarakat. Contoh penyimpangan sila pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan
yang Maha Esa” yaitu:
§ Gerakan
radikal kelompok yang mengatasnamakan agama.
§ Perusakan
tempat-tempat ibadah.
§ Perilaku
diskriminatif terhadap pemeluk agama yang berbeda.
§ Kurangnya
toleransi terhadap perbedaan beragama.
§ Munculnya
aliran-aliran sesat.
§ Perilaku
yang menyimpang dari ajaran agama maupun norma masyrakat.
Hal
tersebut terjadi karena kurangnya toleransi antar umat beragama dan kurangnya
penghayatan terhadap sila-sila pertama. Oleh karena itu kita harus menanamkan
toleransi beragama dan menanamkan nilai-nilai yang terkandung di dalam
Pancasila utamanya sila “Ketuhanan yang Maha Esa”.
Selain itu, keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia yang merupakan sila ke lima dari Pancasila ternyata
dalam implementasinya tidak sesuai dengan kondisi dan harapan rakyat Indonesia
saat ini. Perjuangan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial ternyata memang
masih memiliki banyak kendala. Salah satu faktor yang menjadi penghambat
terbentuknya masyarakat yang adil dan makmur tersebut adalah kurang
ditegakannya keadilan disemua lini kehidupan masyarakat prasejahtera. Karena
jika keadilan ditegakkan dengan baik, maka kesejahteraan dan kemakmuran suatu
negara akan tercipta.
BAB III
METODE KEGIATAN
Dalam melakukan wawancara kami melakukan wawancara
individual, yaitu wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan
seorang narasumber. Berikut ini adalah metode-metode wawancara yang kami
gunakan pada projek ini:
1. Mencatat
Metode
yang pertama adalah mencatat. Sebelum melakukan wawancara kami
menyiapkan/mencatat kumpulan pertanyaan yang akan kami tanyakan kepada
narasumber.
2. Merekam
/ Recording
Metode selanjutnya
adalah merekam, Kami menggunakan sebuah mikrofon kecil beserta kamera dslr.
Alat ini digunakan untuk merekam dan mendokumentasi interview kami dengan
narasumber.
BAB IV
PELAKSANAAN
KEGIATAN
Hari ke-1
Pada hari pertama, kami melakukan survey singkat ke
daerah-daerah yang menjadi target wawancara kami, kami pun memilih untuk
melakukan wawancara di Vihara Rumah Alam Bahagia, Masjid At-Taqwa, dan Gereja GBI
PRJ CK7. Kami pun mengunjungi tempat tersebut dan mencari jadwal yang pas untuk
melakukan wawancara.
Hari ke-2
Pada hari kedua, kami melakukan wawancara dengan Bapak
Buntama yang bertempat di Vihara Rumah Alam Bahagia, dikarenakan jarak Vihara
yang dekat dengan Binus, kami dapat melakukan wawancara di siang hari. Beliau
juga merupakan alumni Binus dan dengan sigap menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang kami lontarkan pada beliau.
Hari ke-3
Kami tiba di Masjid At-Taqwa untuk mewawancarai Bapak
Rohim selaku pengurus Masjid, kami sampai di Masjid pada jam 10 pagi, tetapi
Beliau belum sampai sehingga kami diharuskan untuk menunggu. Beliau tiba pada
jam 11 pagi dan kamipun dipersilahkan untuk masuk ke ruang beliau untuk
melakukan wawancara. Beliau menjawab pertanyaan kami dengan sangat matang.
Hari ke-4
Pada hari keempat, kami mengunjungi gereja GBI PRJ CK7
yang terletak di Kemayoran, perjalanan kami mendapatkan hambatan dikarenakan
kondisi lalu lintas yang sedang macet. Kamipun sampai pada jam 5 sore, ketika
kami sampai kebaktian Gereja sudah selesai. Kamipun langsung mewawancarai Bapak
Eradi Tjandra, ketika kami selesai melakukan wawancara, kondisi gedung sudah
remang dan sepi dari pengunjung.
Hari ke-5
Pada
hari terakhir projek ini, kami ingin mewawancarai masyrakat Pra-sejahtera
sebagai bahan dari video sila ke-5 kami. Kami sempat melakukan survey di
sekitar Ancol dan daerah pabrik, tapi dikarenakan masalah jarak dan waktu kami
yang tidak mencukupi, kami pun akhirnya memilih untuk melakukan wawancara di
Pasar Palmerah dan teman-teman dari Binus.
Awalnya
kami memiliki kendala untuk mencari sebuah narasumber dikarenakan banyaknya
masyrakat sekitar yang menolak untuk diwawancara, tapi pada akhirnya kami
berhasil mewawancarai sebuah penjual sayur dan supir ojek online yang bersedia
untuk diwawancarai.
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sesungguhnya berisi:
1.
Ketuhanan Yang Maha Esa Tunggal, yang
menciptakan alam semesta beserta isinya.
·
Toleransi beragama tidak berarti bahwa ajaran
agama yang satu bercampur aduk dengan ajaran agama lainnya.
·
Menjalankan ibadahnya masing-masing dimana
pemeluk melaksanakan ajaran agama sesuai dengan norma agamanya. Agar tidak
terjadi pertentangan antara pemeluk agama yang berbeda, maka hendaknya
dikembangkan sikap toleransi beragama.
·
Walaupun berbeda
agama, rakyat Indonesia harus dapat bekerjasama dalam bidang sosial,
perekonomian, dan keamanan lingkungan.
·
Setiap
pemeluk agama tidak boleh menghalangi ibadah agama lain.
·
Hal ini mengandung makna bahwa Negara
dengan Tuhan adalah hubungan sebab-akibat yang tidak langsung melalui manusia
sebagai pendukung pokok Negara. Maka sesuai dengan makna yang terkandung dalam
sila pertama bahwa adanya Tuhan bagi bangsa dan Negara Indonesia adalah telah
menjadi suatu keyakinan setiap agamanya.
2.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
·
Pemerintah
harus bersikap adil kepada semua masyarakat Indonesia.
·
Keadilan itu adalah perlakuan yang harus
seimbang antara hak dan kewajiban.
·
Menghormati
hak-hak orang lain.
·
Bersama-sama mewujudkan kemajuan yang
merata dan berkeadilan social, agar masyarakat kecil bisa merasakan yang
namanya keadilan di indonesia.
·
Masyarakat kecil harus merasakan kehidupan
yang terpenuhi kebutuhan hidup, seperti masyarakat yang kehidupannya di atas
mereka.
LAMPIRAN
Foto yang kami tangkap bersama Bapak Rohim
di ruangannya di Masjid Al-Taqwa.
Foto yang kami tangkap
bersama Bapak Guntamas di Vihara Rumah Alam Bahagia.
Foto yang kami tangkap bersama Bapak Eradi
Tjandra di Gereja GBK PRJ CK7.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar