Selasa, 19 Juni 2018







LAPORAN AKHIR KEGIATAN
CHARACTER BUILDING PANCASILA


Identitas Kelompok
Nim
Nama
Jabatan
2101637245
Michael Marcellino
Ketua
2101646413
Anindita Widyawati Putri
Anggota
2101633581
Ivan Tedja
Anggota
2101643954
Teddy Budiyanto
Anggota
2101635271
Mozan Hafiz Mahardhika
Anggota
2101645461
Enggar Sari Wahyuningtyas
Anggota
2101649485
Joshua Christian Sandhi
Anggota

Kelas
LA21



BINUS UNIVERSITY
2018



HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN AKHIR
Project Luar Kelas Character Building Pancasila
1.      Judul Project                    : Pandangan masyrakat mengenai tercapainya nilai-nilai Pancasila
2.      Lokasi Project                  : Vihara Rumah Alam, Masjid At-Taqwa, Gereja GBI PRJ CK7, dan PasarPalmerah
3.      Kelompok target kegiatan       :
-          Para Pemuka Agama
-          Masyarakat Pra Sejahtera
4.      Nama Anggota Kelompok      :
-          Michael Marcellino
-          Anindita Widyawati Putri
-          Ivan Tedja
-          Teddy Budiyanto
-          Mozan Hafiz Mahardhika
-          Enggar Sari Wahyuningtyas
-          Joshua Christian Sandhi
5.      Mata Kuliah                            : Character Building Pancasila
6.      Kelas                                       : LA21
7.      Dosen                                      : Dr. Drs. Ponijan Liaw, M.Pd.


Jakarta, 24 Mei 2018
Mengetahui                                                                 Ketua Kelompok





(Dr. Drs. Ponijan Liaw, M.Pd.)                                         (Michael Marcellino)

DAFTAR ISI

Halaman Sampul……...……………………………………………..….i
Halaman Pengesahan………………………………………………..….ii

Daftar Isi……………………………………………………..……...…iii

Bab 1 – Pendahuluan……………………………………………….…1
              1.1 Latar Belakang.....................................................................1
              1.2 Tujuan dan Manfaat Kegiatan..............................................1


Bab 2 – Masalah ……………………………………………................2

Bab 3 – Metode Kegiatan…......……………………………………....3  

Bab 4 – Pelaksanaan Kegiatan.........………………………...……….4

Bab 5Penutup …....………………………………………………....6

Lampiran-Lampiran………………………………………………….7













BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang menganut semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Indonesia memiliki 6 agama yang diakui negara yaitu: Islam, Kristen, Protestan & Katholik, Buddha, Hindu, dan Kong Hu Cu. Karena hal itu, maka toleransi antar agama harus ditanam pada seluruh masyarakat Indonesia secara kuat agar dapat terciptanya interaksi masyarakat yang damai.
      Pancasila dengan kelima nilai yang terkandung di dalamnya harus terus ditanamkan agar dapat selalu dipraktekan dalam keseharian masyarakat Indonesia. Nilai-nilai Pancasila harus bisa terlihat dalam segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia, baik dalam menjalani kehidupannya pribadi, sosial, dunia, ataupun dengan Tuhannya.
      Sehubungan dengan itu, maka dalam rangka memenuhi tugas Character Building, kami mengadakan kunjungan ke-3 rumah Ibadah dan beberapa masyarakat pra-sejahtera untuk mengetahui pandangan mereka tentang nilai-nilai Pancasila.


1.2  Tujuan dan Manfaat
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat ditemukan beberapa tujuan, antara lain:
1.      Untuk mengetahui pandangan sila ke-1 dari beberapa pemuka agama.
2.      Untuk mengetahui pandangan sila ke-5 dari beberapa masyarakat prasejahtera beserta pendapat mereka apakah keadilan sosial telah dicapai.






BAB II
MASALAH
Di Indonesia, Pancasila adalah landasan utama setiap kegiatan pemerintahan maupun landasan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Namun pada kenyataannya, banyak penyimpangan yang terjadi di dalam masyarakat. Contoh penyimpangan sila pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa” yaitu:
§  Gerakan radikal kelompok yang mengatasnamakan agama.
§  Perusakan tempat-tempat ibadah.
§  Perilaku diskriminatif terhadap pemeluk agama yang berbeda.
§  Kurangnya toleransi terhadap perbedaan beragama.
§  Munculnya aliran-aliran sesat.
§  Perilaku yang menyimpang dari ajaran agama maupun norma masyrakat.
Hal tersebut terjadi karena kurangnya toleransi antar umat beragama dan kurangnya penghayatan terhadap sila-sila pertama. Oleh karena itu kita harus menanamkan toleransi beragama dan menanamkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila utamanya sila “Ketuhanan yang Maha Esa”.
            Selain itu, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang merupakan sila ke lima dari Pancasila ternyata dalam implementasinya tidak sesuai dengan kondisi dan harapan rakyat Indonesia saat ini. Perjuangan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial ternyata memang masih memiliki banyak kendala. Salah satu faktor yang menjadi penghambat terbentuknya masyarakat yang adil dan makmur tersebut adalah kurang ditegakannya keadilan disemua lini kehidupan masyarakat prasejahtera. Karena jika keadilan ditegakkan dengan baik, maka kesejahteraan dan kemakmuran suatu negara akan tercipta.




BAB III
METODE KEGIATAN
Dalam melakukan wawancara kami melakukan wawancara individual, yaitu wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan seorang narasumber. Berikut ini adalah metode-metode wawancara yang kami gunakan pada projek ini:
1.      Mencatat
Metode yang pertama adalah mencatat. Sebelum melakukan wawancara kami menyiapkan/mencatat kumpulan pertanyaan yang akan kami tanyakan kepada narasumber.
2.      Merekam / Recording
Metode selanjutnya adalah merekam, Kami menggunakan sebuah mikrofon kecil beserta kamera dslr. Alat ini digunakan untuk merekam dan mendokumentasi interview kami dengan narasumber.



BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN
Hari ke-1
Pada hari pertama, kami melakukan survey singkat ke daerah-daerah yang menjadi target wawancara kami, kami pun memilih untuk melakukan wawancara di Vihara Rumah Alam Bahagia, Masjid At-Taqwa, dan Gereja GBI PRJ CK7. Kami pun mengunjungi tempat tersebut dan mencari jadwal yang pas untuk melakukan wawancara.
Hari ke-2
Pada hari kedua, kami melakukan wawancara dengan Bapak Buntama yang bertempat di Vihara Rumah Alam Bahagia, dikarenakan jarak Vihara yang dekat dengan Binus, kami dapat melakukan wawancara di siang hari. Beliau juga merupakan alumni Binus dan dengan sigap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami lontarkan pada beliau.
Hari ke-3
Kami tiba di Masjid At-Taqwa untuk mewawancarai Bapak Rohim selaku pengurus Masjid, kami sampai di Masjid pada jam 10 pagi, tetapi Beliau belum sampai sehingga kami diharuskan untuk menunggu. Beliau tiba pada jam 11 pagi dan kamipun dipersilahkan untuk masuk ke ruang beliau untuk melakukan wawancara. Beliau menjawab pertanyaan kami dengan sangat matang.
Hari ke-4
Pada hari keempat, kami mengunjungi gereja GBI PRJ CK7 yang terletak di Kemayoran, perjalanan kami mendapatkan hambatan dikarenakan kondisi lalu lintas yang sedang macet. Kamipun sampai pada jam 5 sore, ketika kami sampai kebaktian Gereja sudah selesai. Kamipun langsung mewawancarai Bapak Eradi Tjandra, ketika kami selesai melakukan wawancara, kondisi gedung sudah remang dan sepi dari pengunjung.


Hari ke-5
Pada hari terakhir projek ini, kami ingin mewawancarai masyrakat Pra-sejahtera sebagai bahan dari video sila ke-5 kami. Kami sempat melakukan survey di sekitar Ancol dan daerah pabrik, tapi dikarenakan masalah jarak dan waktu kami yang tidak mencukupi, kami pun akhirnya memilih untuk melakukan wawancara di Pasar Palmerah dan teman-teman dari Binus.
Awalnya kami memiliki kendala untuk mencari sebuah narasumber dikarenakan banyaknya masyrakat sekitar yang menolak untuk diwawancara, tapi pada akhirnya kami berhasil mewawancarai sebuah penjual sayur dan supir ojek online yang bersedia untuk diwawancarai.




BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sesungguhnya berisi:
1.       Ketuhanan Yang Maha Esa Tunggal, yang menciptakan alam semesta beserta isinya.   
·         Toleransi beragama tidak berarti bahwa ajaran agama yang satu bercampur aduk dengan ajaran agama lainnya.
·          Menjalankan ibadahnya masing-masing dimana pemeluk melaksanakan ajaran agama sesuai dengan norma agamanya. Agar tidak terjadi pertentangan antara pemeluk agama yang berbeda, maka hendaknya dikembangkan sikap toleransi beragama.
·         Walaupun berbeda agama, rakyat Indonesia harus dapat bekerjasama dalam bidang sosial, perekonomian, dan keamanan lingkungan.
·         Setiap pemeluk agama tidak boleh menghalangi ibadah agama lain.
·         Hal ini mengandung makna bahwa Negara dengan Tuhan adalah hubungan sebab-akibat yang tidak langsung melalui manusia sebagai pendukung pokok Negara. Maka sesuai dengan makna yang terkandung dalam sila pertama bahwa adanya Tuhan bagi bangsa dan Negara Indonesia adalah telah menjadi suatu keyakinan setiap agamanya.



2.       Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
·         Pemerintah harus bersikap adil kepada semua masyarakat Indonesia.
·          Keadilan itu adalah perlakuan yang harus seimbang antara hak dan kewajiban.
·         Menghormati hak-hak orang lain.
·         Bersama-sama mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan social, agar masyarakat kecil bisa merasakan yang namanya keadilan di indonesia.
·         Masyarakat kecil harus merasakan kehidupan yang terpenuhi kebutuhan hidup, seperti masyarakat yang kehidupannya di atas mereka.



LAMPIRAN


                                Foto yang kami tangkap bersama Bapak Rohim di ruangannya di Masjid Al-Taqwa.


                      Foto yang kami tangkap bersama Bapak Guntamas di Vihara Rumah Alam Bahagia.

                                  Foto yang kami tangkap bersama Bapak Eradi Tjandra di Gereja GBK PRJ CK7.

               Foto yang kami tangkap di depan Indomaret pasar Palmerah bersama dengan salah satu                       Supir Gojek yang kami wawancarai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar